BANGKITNYA REMAJA MASJID DALAM WADAH IRMAS MASJID AL ISTIQOMAHDESA BAJING

“ Masjid Al Istiqomah tidak ada kegiatan kepemudaan, sehingga minim regenerasi jama’ah. Ketika nanti yang tua sudah tidak ada lagi seharusnya para pemuda-pemudi inilah yang akan menuruskan meramaikan dan memakmurkan Masjid” begitulah yang disampaikan Bapak H. Maulana Syafi’i dalam sambutannya ketika membuka acara pembentukan pengurus Ikatan Remaja Masjid (IRMAS) Masjid Al Istiqomah. Acara yang di gagas dan dijadikan salah satu program kerja KKN MAMUSDA UNUGHA 2024 Kelompok 06 Desa Bajing, Kec. Kroya. Baraka Rizal Hidayat sebagai Kordes dengan beranggotakan Anis, Abhi, Aris, Vawaz , Dwi, fajriatul, Lisa, Hana, Endah, Milah, Erika dan Izzaida.
Acara ini dihadiri oleh 50 orang dari 85 undangan yang di sebar, yang hadir meliputi unsur Tamir Masjid Al Istiqomah, tokoh agama dan masyarakat, serta remaja di sekitar masjid dari 4 RW yaitu, RW 6,7,8,9. Dibuka dengan pembacaan Ummul Kitab dan dilanjutkann dengan Qiro’ah dan Sholawat Nabi oleh Mahasiswa KKN Kel. 06 Desa Bajing. Sambutan oleh tokoh-tokoh masyarakat yang mengungkapkan tentang apresiasi dan dukungannya tentang program kerja pembentukan IRMAS ini. Yang diharapkan menjadi wadah kegiatan untuk remaja yang bersifat positif dan religius, sehingga dapat membentengi dari banyaknya kenakalan remaja khususnya untuk remaja yang berada di Dusun Gading desa Bajing.
Bapak H. Aryo Subroto dalam membuka pembentukan kepengurusan IRMAS mengatakan “Tidak ada Masjid di Desa bajing yang memiliki wadah kepemudaan, diharapkan Masjid Al Istiqomah menjadi percontohan untuk Masjid-masjid lainnya dengan didampingi mahasiswa KKN dalam merencanakan dan melaksnakan program kerjanya nanti”. Pembentukan IRMAS di pandu oleh Aris dari mahsiswa KKN dengan sistematika memilih bakal calon terlebih dahulu menggunakan votting. Muncullah nama-nama dengan perolehan suaranya. Bryan : 22 suara, Dimas : 4 suara, Alfin : 1 suara, Riski : 1 suara dan Fabian : 1 suara. Dari hasil Votting tersebut 2 suara tertinggi sebagai calon ketua, Bryan dan Dimas. Setelah memamaparkan visi dan misi calon ketua, vottingpun dilakukan. Mahasiswa KKN Kembali membagikan kertas suara untuk 29 remaja yang memiliki hak suara. Dimas pun menjadi ketua IRMAS Al Istiqomah terpilih setelah mendapatkan 24 suara dan Bryan dengan 4 suara serta 1 suara dianggap tidak sah karena kosong. Ketua dan wakil ketua terpilih menyusun kepengurusan di bantu oleh mahasiswa KKN. Dengan terbentuknya IRMAS Al Istiqomah tersebut diharapkan akan menjadi permulaan bergelliatnya kegiatan kepemudaan di Masjid Al Istiqomah dengan Program-programnya yang akan disusun pada pertemuan selnajutnya, dengan di dampingi mahasiswa KKN.
